Aksi Simpatik Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Aksi Simpatik Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Oleh Irvan 24 Nov 2017, 17:41:03 WIB Peristiwa
Aksi Simpatik Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Keterangan Gambar : Ilustrasi Aksi Simpatik Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan./foto ist


satunusantaranews – Jakarta. Sebagaimana aksi simpatik yang dilaksanakan di wilayah terminal, pasar dan area wisata alam Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, (23/11/2017).

Berbagai tindakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara intensif dilakukan oleh KLHK, bersama pihak terkait melalui sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Raffles B. Panjaitan menegaskan bahwa, kesadaran yang paling utama dan dibutuhkan dari masyarakat adalah kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan ataupun secara sengaja.

“Masyarakat juga dapat membantu petugas dalam melakukan pengawasan dan patroli di kawasan hutan serta melakukan pengaduan kepada petugas apabila menemukan oknum yang melakukan pembakaran hutan”, tambahnya.

Aksi yang digelar oleh Direktorat PKHL bersama Balai TN Bantimurung Bulusaraung di wilayah penyangga kawasan TN ini, dilakukan dalam bentuk penyampaian pesan verbal dan tulisan kepada masyarakat, seperti pemasangan stiker dan poster himbauan di kendaraan umum.

Selain di areal sekitar kawasan TN, aksi serupa juga dilakukan di areal pertokoan Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, dalam bentuk pameran. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan harapan dan saran terkait karhutla. Pameran bertambah semarak dengan penampilan maskot dalkarhutla - Sipongi, dan beragam doorprize.

Sementara, sampai tanggal 23 November 2017 malam, pantauan hotspot satelit NOAA maupun TERRA AQUA (NASA) ) confidence level ?80% tidak menunjukkan adanya hotspot di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 23 November 2017, terdapat 2.550 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan periode yang sama di tahun 2016, tercatat 3.782 hotspot, terdapat penurunan 1.232 hotspot (32,57%).

Penurunan sejumlah 1.437 titik (38,01%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80%, yang mencatat 2.343 hotspot di tahun ini, sebelumnya di tahun 2016 tercatat 3.780 hotspot. (ray/foto ist)




+ Tulis Komentar

Tuliskan Komentar Anda [ Facebook ]

+ Lihat Semua Komentar

Tuliskan Komentar Anda